-15%

Tembang Talijiwo

Rp88,000.00 Rp74,800.00

Deskripsi

Bubur ayam diaduk dulu atau tidak? Sia larut ke tengah-tengah kancah perebutan kebenaran ala medsos itu. Atau kau akan menepinya? Kita ketemuan. DI sana ada senja yang kubingkiskan padamu, kubingkis tanpa bungkus, karena langit lebih tulus dari kertas kado mana pun. Dan kopi. Dan buku sederhana ini. Dan garis cakrawala, ketemuan langit dan bumi yang telah digariskan menjadi takdir.

Tak suka kopi? no problemo. Di sana hampir semuanya terserah maumu. Mau teh saja, wedang jahe, jus, atau ciu dan menjadi anak indie? Biar kedewasaanmu yang mengurusnya. urusanku buatmu cuma menembang. Tepatnya mengingatkan kembali tembang-tembangmu sendiri. Tembang tentang kekasih, tentang rasa kangen, tentang negeri yang lucu, sedikit norak namun kangen-able …. Juga tembang yang penasaran: Udang yang sudah busuk dijadikan terasi, masih sama lezatnya dengan cinta yang sudah putus disatukan kembali?

Itulah tembang Talijiwo. Tembangmu sendiri. tembang yang kancah perebutan kebenaran membuatmu terlena dan melupakannya. Ya, mengembalikan seluruh kenanganmu, termasuk kenanganmu kepada (mantan) Kekasih. Itu saja. Sama sekali tiada maksud tembang Talijiwo ini mengajakmu menangis. Ah, seperti ia menitipkan kenangan kepadamu, titipkan juga tangismu kepada dunia. Itu baru adil. Mantan-mantanmu biarkan menjadi airmatamu, tapi jangan pernah boleh menjadi tangismu.

Heuheuheu …. Baiklah! Semoga caraku membawakan tembang talijiwo ini bisa mengubah seluruh perasaanmu menjadi airmata tersendu dalam sejarah, dan tak membawamu terjerumus ke jurang tangis.

Additional information

Berat 350 g
Penerbit

Penulis

Halaman

264 halaman

Dimensi

14 x 20 cm

Cetakan

2020

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Close Menu
×
×

Cart

WhatsApp WhatsApp us