-15%

Sejarah Kereta Api Kota Solo 1864-1930

Rp65,000.00 Rp55,000.00

Stok habis

Deskripsi

Hadirnya kereta api di tanah jajahan berdampak positif dan negatif. Namun, dampak negatif sering diterima oleh masyarakat pribumi yaitu Diskriminasi. Dalam majalah yang sama, Mas Marco menulis tentang perilaku kondektur kereta api yang tidak senonoh kepada penumpang perempuan, “Condecteur Mengganggoe Penoempang Perampoean Pada hari 19 Juli 1914, banjak orang-orang perampoean naik spoor NIS hendak pergi ke Kalioso, marika itoe hendak sama menjadran. Seorang conducteur Belanda jang mendjalankan spoor itoe, jaitoe jang berangkat dari Solo poekoel 5.40, maka dengan adat jang koerang sopan sekali, itoe conducteur soedah berani mengganggoe seorang perampoean penoempang spoor itoe. Sepandjang tjerita orang itoe, si conducteur soedah berani memegang pipinja itoe”.

Kriminalitas terhadap penumpang kereta api ternyata berlanjut, seperti dialami oleh para saudagar kain ketika mengirimkan kain-kain melalui kereta api NISM. Modus operandi penjahat terhadap kain-kain tersebut semula dengan cara mengganti kain dengan gradjen (sisa-sisa penggergajian kayu) atau pasir. Hal ini memicu campur tangan para saudagar yang tergabung dalam SI (Sarekat Islam) sehingga kejahatan ini bisa ditangani. Namun, ternyata penjahat-penjahat tersebut belum jera dan membuat modus baru, yakni tidak lagi mengganti dengan gradjen atau pasir, melainkan dengan cara merusak tali-tali gulungan kainnya dan mengambil isinya. Melihat hal ini, Marco menengarai adanya campur tangan dari pegawai NIS.

Informasi Tambahan

Berat 250 g
Penulis

Penerbit

Cetakan

2019

Dimensi

13 x 19 cm

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.