-20%

Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir

Rp48,000.00 Rp38,400.00

Deskripsi

Kelautan adalah salah satu sumberdaya pembangunan yang sempat ditinggalkan dan dilupakan dalam laju gerak pembangunan pada masa Orde Baru. Padahal, sebagai negara maritim, potensi sumberdaya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil sangatlah besar dan berlimpah untuk dikelola secara optimal sehingga bisa memberi dampak multidimensi yang signifikan bagi negara dan bangsa. Potensi sumberdaya kelautan tidak hanya terdiri atas sumberdaya perikanan, tetapi juga pariwisata, perdagangan, perhubungan, dan idustri kelautan. Karena itu, penyangkalan terhadap realisasi potensi-potensi sumberdaya tersebut sangat merugikan masa depan pembangunan. Bahkan ada kesan selama ini bahwa kaum nelayan dan berbagai masalah yang dihadapi mereka di kawasan pesisir di potensikan secara marginal sebagai komunitas yang terpisahkan dan ditinggalkan dari derap pembangunan negeri ini.

Nelayan sebagai komunitas ”tanpa negara”, demikian penulis menyebut dalam buku ini, karena kemampuannya yang tinggi menghadapi berbagai persoalan sosial-ekomoni yang rumit tanpa bantuan negara secara berarti. Sejak awal kemerdekaan hingga akhirnya kontrak politik rezim Orde Baru dengan Indonesia, nelayan atau komunitas nelayan kurang memperoleh perhatian pembangunan. Pemihakan kebijakan-kebijakan pembangunan lebih banyak mengarah ke sektor-sektor daratan. Formasi kebijakan yang secara substansial tidak berpihak ke wilayah ”pesisir dan laut” menjadikan masyarakat yang mendiami kawasan pesisir tersingkir dan tersaing dari deru pembangunan bangsa. Kemiskinan dan keterbelakangan sumberdaya manusia yang secara potensial masih ”bersarang” di kawasan pesisir dan kerusakan ekosistem laut merupakan buah dari kekurangpedulian kebijakan pembangunan tersebut.

Informasi Tambahan

Berat 300 g
Penerbit

Penulis

Halaman

164 halaman

Dimensi

14 x 21 cm

Cetakan

2020

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.