-15%

INTEL ZAMAN PERANG: Badan Intelijen Indonesia Era Revolusi

Rp50,000.00 Rp42,500.00

Stok 5

Deskripsi

Sejarah Indonesia, terutama sejarah lembaga, selalu berusaha ditulis dengan manis dan gagah. Namun naskah ini berusaha untuk lebih jujur. Karena toh sejatinya, sejarah Indonesia tidak melulu dibingkai persatuan, tapi juga dengan cakar-cakaran antar kelompok dan perorangan. Disela-sela menghantam musuh bersama bernama Belanda, konflik antar kelompok yang sama-sama mengaku Indonesia juga ada. Kepentingan politik memang memecah-belah, juga sudah ada dari dahulu. Di dalam kerja organisasi, juga tidak luput dari keberpihakan pemilik wewenang terhadap suatu masalah dan kelompok. Itulah yang sudah terjadi dalam sejarah intelijen Indonesia yang memang tidak manis.

Mata-mata, dianggap profesi tertua di dunia setelah pelacur. Demi kepentingan perang dan persaingan hegemoni, mata-mata (atau Intelijen) mutlak adanya. Intelijen sendiri tidak hanya mata-mata yang mengintai, tapi fungsi semakin bertambah dalam rangka memenangkan perang atau persaingan hegemoni. Tidak terkecuali di Indonesia. Kisah macam Gajah Mada yang menyelamatkan tahta Raja Majapahit Raden Kalagemet alias Jayanegara yang lalim dari tangan Ra Kuti, sejatinya juga adalah operasi intelijen. Kisah Gajah Mada itu, nampaknya harus disebut dalam sejarah intelejen di Indonesia.

 

Additional information

Berat 150 g
Penerbit

Penulis

Cetakan

2019

Halaman

100 halaman

Dimensi

13 x 19 cm

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Close Menu
×
×

Cart

WhatsApp chat WhatsApp us