-10%

Hallaj, An-Nuri Dan Mazhab Baghdad : Seri Pengantar Tasawuf

Rp25,000.00 Rp22,500.00

Stok habis

Deskripsi

Dalam konteks Baghdad di penghujung abad 3 H, Junayd, sang pemandu Mazhab Baghdad, sadar betul akan bahaya-bahaya potensial bagai jalan mistisme dan bagi kaum mistik pada umumnya, yang disebabkan oleh ketidakbijakan spiritual dan perilaku politik. Inilah penghindaran dari jalan berbahaya, yang akan membawa kenyamanan mereka yang lebih berhati-hati di Jalan Sufi.

Dalam tipologi demikian itulah, agaknya, sosok Nuri dan Hallaj menjadi signifikan. Dua tokoh sezaman Junayd ini dikenal sebagai “pembangkang” (terhadap kecenderungan) sang pemimpin Baghdad itu. Hallaj, tentu saja, berseberangan karena Junayd menganut “ketenangan hati” (sahm) sementara Hallaj berkonsentrasi pada “kemabukan” (sukr) dalam cinta mistik. Sementara itu, keberseberangan Nuri dilihat dari ranah gejolak perpolitikan saat itu. Ketika terjadi Mihah oleh penguasa Muktazilah, Junayd justru mengasingkan diri. Sebaliknya, Nuri menjadi pelindung kaum Sufi demi menjelaskan posisi mereka kepada penguasa Baghdad, dan karenanya, lalu, Nuri menelunjuk Junayd akan ketidakyakinannya sebagai ulama Sufi, “Kamu lebih pantas sebagai ulama” kata Nuri.

Additional information

Berat 50 g
Penerbit

Penulis

Cetakan

2003

Halaman

xvi + 64 halaman

Dimensi

12 x 18 cm

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Close Menu
×
×

Cart

WhatsApp chat WhatsApp us