-15%

Hakikat Manusia dalam Pendidikan;Sebuah Tinjauan Filosofis (Edisi Revisi)

Rp85,000.00 Rp72,000.00

Stok habis

Deskripsi

Para ahli pendidikan dunia sependapat bahwa manusia sebagai homo educandum (makhluk yang dapat didik) dan homo education (makhluk pendidik). Sehingga, eksistensi manusia adalah sebagai makhluk pedagogik, yaitu sebuah makhluk Tuhan yang sejak diciptakannya telah membawa potensi untuk dapat dididik dan dapat mendidik. Sebagai makhluk pedagogik, manusia adalah makhluk yang perlu dan butuh pendidikan sekaligus dapat menjadi pendidik. Karena hakikat manusia adalah potensi, belum menjadi wujud aktualisasi. Seperti pendapat Umar Tlrtarahardja (2000), bahwa manusia lahir telah dikarunia dimensi hakikat manusia yang masih dalam wujud potensi, belum teraktualisasi menjadi wujud aktualisasi. Dari kondisi potensi menjadi wujud aktualisasi terdapat rentang proses yang mengandung pendidikan untuk berperan dalam memberikan jasanya. Seseorang yang dilahirkan dengan bakat seni, misalnya. memerlukan pendidikan untuk proses menjadi seniman terkenal. Dengan kata lain, setiap manusia yang lahir selalu membawa fitrah potensi yang belum teraktualisasi tersebut. Karenanya, manusia dapat dikatakan makhluk yang belum selesai (potensi) dan baru menjadi selesai bila sudah menjadi manusia (aktualisasi). Artinya, manusia belum selesai menjadi manusia. la masih dibebani keharusan untuk menjadi manusia, karena ia tidak dengan sendirinya menjadi manusia. Di sinilah makna dari makhluk pedagogik, di mana untuk menjadi manusia ia perlu dididik dan mendidik diri.

Seperti kesimpulan Immanuel Kant dalam teori pendidikannya, “Manusia dapat menjadi manusia hanya melalui pendidikan.” Karena hanya dengan pendidikanlah potensi manusia dapat berkembang dengan optimal. Dengan pendidikan, manusia dapat menjadi manusia yang utuh dan potensial. Sebagaimana tujuan pendidikan nasional kita, menjadikan manusia Indonesia seutuhnya melalui pendidikan. Artinya, tanpa pendidikan, manusia Indonesia belum benar-benar menjadi manusia secara utuh atau sempurna. 0leh karena itu, untuk mendidik atau menjadi pendidik, syarat pertama yang harus dilakukan manusia adalah mengetahui dirinya dirinya. Segala pengetahuan tentang manusia dan teori-teori tentang hakikat manusia adalah upaya terus-menerus manusia untuk memahami dirinya. dengan orientasi sebagai makhluk pedagogik tersebut, yaitu dalam rangka untuk mendidik dan menjadi pendidik.

Toori-teori tentang hakikat manusia dan pendidikan yang diungkapkan oleh para pakar filsafat, pendidikan atau psikologi, merupakan upaya manusia untuk memahami dirinya sendiri agar dapat berperan sebagai makhluk pedagogik. Termasuk buku “Hakikat Manusia dalam Pendldlkan” yang ada di tangan pembaca ini, merupakan salah satu upaya dalam memahaml hakikat manusia kaitannya dengan pendidikan dengan orientasi menjadi manusia utuh melalui pendidikan (terdidik) sekaligus menjadi pendidik yang mengerti tentang hakikat manusia.

Informasi Tambahan

Berat 400 g
Penerbit

Penulis

Halaman

xvi + 280 halaman

Dimensi

16 x 23 cm

Cetakan

2020

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.