-15%

BAYANG-BAYANG INTERVENSI

Rp115,000.00 Rp97,750.00

Stok habis

Deskripsi

Sukarno berada di tengah konflik antara jonh f. Kennedy dan Allen Dulles ( direktur inteljen pusat-DCI). Dulles bermaksud melengserkan sukarno dari kekuasaan, melalui strategi ” pergantian rezim”. hal ini diawalinya lewat PRRI/Permesta, langkah pertama untuk membangun sentralisasi komando militer. ketika papua dilahirkan dari belanda ke indonesia melalui perjanjian New York pada 15 Agustus 1962, Dulles telah mempertimbangkan langkah ketiga konfrontasi malaysia guna memuluskan akses bebas hambatan atas “El Dorado”. deposit emas terbesar di dunia yang ada di Papua. Freeportlah yang kemudian memiliki akses bebas hambatan dalam konsesi pertambangan.

Sebagai “personel intelijen terhebat sepanjang masa”, sepak terjang Dulles dilihat Poulgrain terkait dengan berbagai peristiwa penting di Indonesia. Serangkaian peristiwa dicurigai kait-mengait satu sama lain, mulai dari upaya pembunuhan terhadap Presiden Sukarno di Cikini; kematian Komodor Yos Sudarso dan pasukannya pada tanggal 15 Januari 1962; penyerahan Papua dari tangan Belanda ke Indonesia; Konfrontasi Malaysia hingga eksploitasi “gunung emas” di Papua –temuan tiga orang Belanda pada tahun 1936 yang dengan sengaja disembunyikan dan tidak dibarengi dengan laporan publikasi internasional. Joseph Luns, mantan Menteri Luar Negeri Belanda yang kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal NATO, mengungkapkan bahwa ia telah meminta Amerika untuk bergabung dalam eksploitasi deposit emas terbesar di dunia itu, namun ditolak. Belanda justru ‘didepak’ dari Papua.

 

Informasi Tambahan

Berat 350 g
Penerbit

Penulis

Cetakan

2017

Halaman

270 halaman

Dimensi

15 x 23 cm

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.