-20%

Antropologi Al-Quran Model Dialektikan Wahyu dan Budaya

Rp70,000.00 Rp56,000.00

Deskripsi

Islam adalah agama dengan ajarannya yang universal dan menjadi rahmat bagi sekalian alam. Karena bersifat universal itulah ajaran Islam akan selalu relevan dan kontekstual pada setiap zaman dan tempat, sehingga bisa mengayomi kehidupan seluruh umat manusia. Keuniversalan ajaran Islam stentu sangat tercermin dalam Al-Quran yang memang sejak diturunkan selalu mewadahi segala persoalan yang menjadi ruang lingkup kehidupan manusia. Namun, dari sini kemudian muncul apakah Al-Quran itu autentik ataukah hanya buatan manusia (Nabi Muhammad)? Atau dengan kata lain, apakah Al-Quran itu merupakan produk budaya atau bukan? Di sinilah kemudian buku ini menjadi sangat signifikan.

Buku ini akan menjelaskan persoalan ini secara gamblang dan sistematis yang disertai dengan fakta-fakta historis dan juga didukung dengan data-data yang valid dan cukup representatif, agar bisa menjelaskan di manakah letak keautentikan Al-QUran saat bersinggungan dengan budaya manusia. Namun yang pasti, Al-Quran bukanlah produk budaya, karena diwahyukan oleh Allah Swt, Kepada Nabi Muhammad. Semua kandungannya adalah autentik dari Tuhan sebagai penciptanya sehingga disebut dengan kalamullah. Namun demikian, Al-Quran bukanlah anti-budaya. Dengan prinsip tahapan adopsi, adaptasi, dan integrasi, Al-Quran mampu berdialektika dengan budaya manusia. Lalu seperti apakah penjelasannya? Tentu saja Anda harus menelaah buku ini.

Informasi Tambahan

Berat 350 g
Penerbit

Penulis

Halaman

236 halaman

Dimensi

14 x 21 cm

Cetakan

2020

Review

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.